Asuransi Jadi Kunci Strategis Agar Pensiun Tetap Aman Dan Terencana

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:48:19 WIB
Asuransi Jadi Kunci Strategis Agar Pensiun Tetap Aman Dan Terencana

JAKARTA - Banyak orang menilai perencanaan masa pensiun hanya cukup dengan menabung dan berinvestasi. 

Padahal, Head of Investment & Insurance Product, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Djoko Sulistyo, menekankan bahwa asuransi memegang peran penting dalam menjaga kesinambungan keuangan jangka panjang.

Dalam peluncuran kampanye “Pensiun Gak Susah”, Djoko menyoroti kenyataan bahwa disiplin menabung atau berinvestasi sekitar 10 persen dari penghasilan saja tidak cukup. 

“Amit-amit di tengah jalan ada apa-apa sampai income kita berhenti, tujuan keuangan yang sudah kita hitung otomatis akan mandek karena aliran modal terhenti. Nah, disinilah peran asuransi,” ujar Djoko.

Asuransi bukan sekadar perlindungan, tetapi alat untuk memastikan rencana keuangan tetap berjalan, bahkan jika risiko tak terduga menghentikan sumber pendapatan utama.

Mulai Sejak Muda, Sesuaikan dengan Kemampuan Finansial

Djoko menyarankan masyarakat untuk mulai mempertimbangkan asuransi sedini mungkin. Salah satu alasannya adalah premi lebih terjangkau saat usia masih muda, sehingga biaya proteksi lebih ringan dan berkelanjutan.

Selain itu, asuransi perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan saat ini. Dengan begitu, proteksi dapat berjalan optimal tanpa membebani cash flow harian. Menurut Djoko, strategi ini memungkinkan masyarakat memiliki pondasi keuangan yang lebih kuat ketika memasuki usia pensiun.

Tren Positif Masyarakat terhadap Asuransi

Djoko mengakui bahwa penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah, berkisar dua hingga tiga persen. Namun, ia melihat adanya tren positif. Minat masyarakat mulai meningkat seiring dengan kemajuan edukasi dan kemudahan akses informasi.

“Kalau sekarang kita buka media sosial seperti TikTok atau Instagram, banyak kesaksian (tentang asuransi). Dengan banyak membaca, itu menjadi bagian dari edukasi,” tambah Djoko.

Media sosial berperan besar dalam membentuk literasi finansial masyarakat. Cerita-cerita nyata dari pemegang polis memudahkan calon nasabah memahami manfaat dan urgensi asuransi dalam kehidupan sehari-hari.

Kedisiplinan Masih Jadi Tantangan Utama

Meskipun kesadaran masyarakat meningkat, Djoko menilai tantangan terbesar tetap kedisiplinan. Banyak orang yang sudah menyadari pentingnya asuransi, tetapi belum mengeksekusi atau menyesuaikan proteksi yang dimiliki.

“Tinggal sekarang dari sisi kita masing-masing, gimana bisa mendisiplinkan untuk melakukan asuransi tersebut, karena ada orang yang sudah sadar tapi belum melakukan asuransi, tapi ada juga orang yang sudah melakukan. Itu nanti tinggal disesuaikan saja karena jumlah dan jenisnya tiap tahun berubah-ubah,” jelas Djoko.

Kedisiplinan ini penting agar rencana pensiun tidak terganggu oleh risiko tak terduga yang bisa menguras tabungan atau investasi.

Asuransi Sebagai Strategi Keuangan Jangka Panjang

Perencanaan pensiun yang matang tidak hanya soal angka investasi, tetapi juga manajemen risiko. Asuransi menjadi strategi untuk menutup celah risiko yang bisa muncul kapan saja, seperti sakit, kecelakaan, atau kehilangan pekerjaan.

Dengan memiliki polis yang tepat, individu dapat melanjutkan gaya hidup dan rencana keuangan meski terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hal ini menegaskan bahwa asuransi bukan pengeluaran, melainkan investasi perlindungan jangka panjang.

Peran Edukasi dalam Peningkatan Minat Asuransi

Djoko menekankan pentingnya edukasi bagi masyarakat. Banyak calon pemegang polis yang belum paham fungsi asuransi secara menyeluruh. Edukasi melalui media sosial, seminar, hingga konsultasi profesional dapat membantu masyarakat membuat keputusan lebih bijak.

“Yang saya perhatikan asuransi itu, penetrasi Indonesia termasuk yang gak tinggi. Kita tuh selalu berkisar plus minus mungkin sekitar dua atau tiga persen. Tapi kalau dilihat minat saya rasa sih ada ya bertambah, apalagi dengan edukasi yang sekarang lebih maju,” ujar Djoko.

Langkah Praktis Memulai Asuransi

Bagi mereka yang baru mengenal asuransi, Djoko menyarankan untuk mulai dengan langkah kecil sesuai kemampuan finansial. Memilih produk dasar dengan premi terjangkau bisa menjadi pintu masuk, kemudian secara bertahap meningkatkan proteksi.

Poin pentingnya adalah konsistensi dalam membayar premi dan meninjau kebutuhan secara berkala. Dengan cara ini, polis asuransi dapat berfungsi optimal dan menyesuaikan perubahan kondisi hidup.

Asuransi Jangan Dianggap Opsional

Dalam konteks perencanaan pensiun, asuransi seharusnya tidak dianggap opsional. Ia adalah alat yang memastikan bahwa rencana keuangan yang telah dibangun melalui tabungan dan investasi tetap berjalan meski risiko terjadi.

Kesadaran yang meningkat, didukung oleh edukasi dan teknologi informasi, menjadi modal penting untuk memperluas penetrasi asuransi di Indonesia. Namun, kedisiplinan tetap menjadi kunci agar manfaat jangka panjang benar-benar terealisasi.

Dengan demikian, masyarakat yang mempersiapkan pensiun sejak muda dengan strategi asuransi yang tepat memiliki peluang lebih besar untuk menikmati masa pensiun yang aman dan nyaman.

Terkini