Prabowo Umumkan Rencana Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza

Jumat, 20 Februari 2026 | 09:11:59 WIB
Prabowo Umumkan Rencana Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza

JAKARTA - Peran Indonesia dalam upaya stabilisasi Gaza memasuki babak baru setelah Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan mengirimkan pasukan TNI ke wilayah tersebut. 

Dalam kurun satu hingga dua bulan mendatang, Indonesia berencana mengerahkan 8.000 personel TNI untuk bertugas sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF).

Sebanyak 8.000 personel TNI direncanakan bertugas di wilayah tersebut sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), yang terdiri atas gabungan negara-negara anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza.

"Mungkin tidak lama, 1–2 bulan lagi," kata Presiden Prabowo.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pelaksanaan KTT Board of Peace perdana yang digelar di Donald J Trump Institute of Peace, Washington DC. Forum itu mempertemukan negara-negara anggota serta tokoh kunci dalam struktur inti BoP untuk membahas pemulihan dan pembangunan kembali Jalur Gaza, Palestina.

Rencana Tim Advance dan Posisi Wakil Komandan

Selain pengiriman pasukan utama, Presiden Prabowo juga mengungkapkan kemungkinan pengiriman Tim Advance ke Gaza. 

Tim tersebut akan diberangkatkan dengan jumlah personel terbatas. Tugasnya antara lain melakukan pemetaan wilayah serta mengkaji potensi risiko sebelum pasukan TNI menjalankan misi bersama Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF).

Ia juga menyampaikan kembali Indonesia dipercaya sebagai Wakil Komandan ISF.

"Mereka minta kita jadi deputy commander," ujar Prabowo.

Oleh karena itu, Prabowo menegaskan Indonesia akan menunjuk perwira terbaik yang nantinya akan mewakili Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF.

"Ya dipilih, ya kita cari yang bagus," kata Prabowo.

Penunjukan posisi Wakil Komandan tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan internasional terhadap kontribusi Indonesia dalam misi stabilisasi Gaza. Peran ini tidak hanya bersifat operasional, tetapi juga strategis dalam menentukan arah koordinasi pasukan multinasional di lapangan.

Penegasan Komitmen di Forum Internasional

Dalam KTT Board of Peace perdana, Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk berkontribusi secara signifikan dalam misi stabilisasi tersebut.

"Gencatan senjata (di Gaza) merupakan capaian yang riil terjadi. Kami memuji capaian ini dan untuk itu kami menegaskan kembali komitmen untuk berkontribusi mengirimkan prajurit kami dalam jumlah yang signifikan sebanyak 8.000, bahkan bisa lebih jika dibutuhkan," kata Presiden Prabowo saat berbicara dalam KTT Board of Peace.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengiriman pasukan bukan sekadar rencana awal, melainkan bagian dari komitmen yang telah disampaikan secara resmi dalam forum internasional. Indonesia memandang gencatan senjata sebagai momentum penting untuk memulai proses stabilisasi dan pemulihan wilayah Gaza.

Proyeksi Kekuatan ISF dan Negara Peserta

Sementara itu, Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers, yang berasal dari Angkatan Bersenjata AS, menyatakan proyeksi ke depan ada 20.000 tentara dan 12.000 polisi yang akan bertugas bersama ISF untuk memulihkan situasi pascaperang di Gaza.

Mayjen Jeffers menyebut Rafah, yang berada di wilayah selatan Gaza dan berbatasan dengan Mesir, akan menjadi tujuan pertama ISF.

Sejauh ini, selain Indonesia, negara-negara lain yang akan mengerahkan tentaranya untuk bertugas bersama ISF, yaitu Kazakhstan, Albania, Maroko, dan Kosovo.

Sementara itu, Mesir dan Maroko juga akan mengerahkan polisinya untuk memberi pelatihan kepada polisi di Gaza, Palestina.

Komposisi pasukan ini menunjukkan bahwa misi ISF melibatkan kolaborasi lintas negara, baik dalam bentuk militer maupun kepolisian. Keterlibatan berbagai negara diharapkan mampu mempercepat pemulihan keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut.

KTT Board of Peace dan Agenda Pemulihan Gaza

KTT Board of Peace yang dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berlangsung selama kurang lebih tiga jam. 

Seluruh perwakilan negara anggota dan tokoh-tokoh kunci dari struktur inti BoP menyampaikan pandangan serta memaparkan rencana mereka terkait pemulihan dan pembangunan kembali Jalur Gaza, Palestina.

Forum tersebut menjadi wadah koordinasi awal dalam merumuskan langkah konkret pascagencatan senjata. Agenda yang dibahas mencakup aspek keamanan, stabilisasi sosial, hingga rencana pembangunan kembali infrastruktur yang terdampak konflik.

Dengan kesiapan mengirim 8.000 prajurit TNI, Indonesia menempatkan diri sebagai salah satu kontributor utama dalam misi ini. 

Selain pengiriman pasukan, kepercayaan sebagai Wakil Komandan ISF turut memperkuat posisi Indonesia dalam struktur kepemimpinan misi internasional tersebut.

Dalam waktu satu hingga dua bulan mendatang, tahapan persiapan termasuk kemungkinan pengiriman Tim Advance akan menjadi langkah awal sebelum pasukan utama diberangkatkan. 

Komitmen yang ditegaskan Presiden Prabowo di forum internasional menandai kesiapan Indonesia berperan aktif dalam menjaga stabilitas dan mendukung proses pemulihan Gaza pascaperang.

Terkini