JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan pembangunan Madrasah Terintegrasi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Sekolah ini akan mencakup jenjang Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA), dilengkapi asrama, fasilitas olahraga, masjid, dan sarana pendukung lainnya.
Pembangunan madrasah di ibu kota baru ini bertujuan menghadirkan pendidikan berkualitas dan terintegrasi bagi warga IKN serta kawasan sekitarnya yang berkembang pesat.
Kementerian Agama menekankan pentingnya kesiapan lahan dan koordinasi lintas sektor agar madrasah dapat segera beroperasi.
Rencana Pembangunan Madrasah Terpadu
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan peninjauan lokasi untuk mewujudkan program pendidikan ini.
“Jadi kita melakukan peninjauan di IKN. Insya Allah banyak program Kementerian Agama yang harus segera kita wujudkan di sini. Madrasah terpadu dari raudhatul athfal, ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah. Direktorat mana, atau aturan bagaimana dari Kementerian Agama ini akan pindah secara bertahap. Dan yang selanjutnya, kita akan juga melihat volume kerja dan sistem kerja di sini,” ujar Menag.
Madrasah terpadu ini direncanakan menempati lahan seluas 21 hektare, menjadi kawasan pendidikan lengkap dengan fasilitas pendukung, termasuk asrama dan sarana ibadah. Tujuannya untuk mendukung kebutuhan pendidikan warga IKN yang terus meningkat seiring perkembangan ibu kota baru.
Koordinasi dengan Otorita IKN
Dalam pertemuan dengan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, Menag membahas kesiapan lahan untuk madrasah serta koordinasi antarinstansi. Kepala Otorita menyatakan dukungan penuh dengan menyediakan area yang dibutuhkan Kemenag.
Selain itu, Menag meninjau fasilitas lain di IKN, termasuk perkantoran pemerintah, rumah susun Aparatur Sipil Negara (ASN), dan layanan kesehatan. Dialog dengan ASN serta tenaga kesehatan dilakukan untuk memahami kesiapan mereka dalam mendukung pembangunan ibu kota baru.
“Saya melihat ini sangat efisien, sangat efektif. karyawannya disiapkan tempat tinggal, kemudian juga kantornya juga sudah siap semuanya. Fasilitas jaringan internet itu semuanya sudah oke. Jadi saya kira teman-teman bisa lebih efisien, efektif, konsentrasi kerja di sini,” lanjut Menag.
Kelebihan Infrastruktur IKN untuk Kemenag
Kesiapan infrastruktur di IKN menjadi faktor penting dalam mendukung kegiatan Kemenag secara vertikal. Dengan jaringan yang terintegrasi, koordinasi antara pusat dan daerah dapat lebih efektif, tanpa harus terpusat di Jakarta.
Menag menekankan bahwa kehadiran Kemenag di IKN memungkinkan penguatan koordinasi dari pusat hingga unit vertikal di daerah, serta memudahkan implementasi program-program pendidikan, keagamaan, dan sosial.
“Mudah-mudahan pada waktunya nanti kita Kementerian Agama bisa pertama kali bisa lebih eksis di sini. Karena kita kan vertikal, jadi mengkoordinasi seluruh karyawan dari pusat sampai ke bawah itu tidak mesti harus di Jakarta, bisa kita melalui jaringan di sini,” pungkas Menag.
Hal ini menegaskan bahwa IKN bukan hanya pusat administrasi, tetapi juga menjadi wilayah pengembangan pendidikan dan layanan publik yang terintegrasi.
Dampak Madrasah Terpadu bagi Pendidikan IKN
Pembangunan madrasah terpadu di IKN diharapkan memberi dampak positif:
Menyediakan pendidikan RA hingga MA dalam satu kawasan terintegrasi.
Memudahkan warga IKN dan sekitarnya mengakses pendidikan berkualitas tanpa harus bepergian jauh.
Menjadi model madrasah terpadu dengan fasilitas lengkap, termasuk asrama dan sarana olahraga.
Mendorong tumbuhnya ekosistem pendidikan yang mendukung perkembangan karakter dan kemampuan akademik siswa.
Madrasah terpadu juga akan menjadi pusat kegiatan pendidikan keagamaan yang sejalan dengan program nasional Kemenag, sekaligus menyiapkan generasi muda yang kompeten di ibu kota baru.
Langkah Selanjutnya dan Persiapan Realisasi
Setelah peninjauan, Kemenag akan melanjutkan langkah-langkah berikut:
Finalisasi lahan 21 hektare yang akan digunakan untuk madrasah terpadu.
Perencanaan rinci desain bangunan, fasilitas, dan asrama.
Koordinasi dengan Otorita IKN dan pemangku kepentingan terkait untuk mendukung percepatan pembangunan.
Penentuan timeline operasional untuk setiap jenjang RA, MI, MTs, hingga MA.
Implementasi sistem kerja vertikal agar Kemenag bisa beroperasi efektif dari pusat hingga daerah.
Pembangunan madrasah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas di IKN sekaligus memperkuat keberadaan Kemenag di ibu kota baru.