Strategi Maximus Insurance Dorong Kinerja Asuransi Kesehatan 2026

Selasa, 03 Maret 2026 | 09:21:38 WIB
Strategi Maximus Insurance Dorong Kinerja Asuransi Kesehatan 2026

JAKARTA - PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI), yang dikenal sebagai Maximus Insurance, menyiapkan strategi komprehensif untuk mendorong kinerja asuransi kesehatan pada 2026. 

Direktur Utama Maximus Insurance, Jemmy Atmadja, menegaskan bahwa perusahaan fokus pada peningkatan profitabilitas melalui perbaikan struktur portofolio, bukan sekadar memperbesar volume premi. 

Pendekatan ini menekankan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan keberlanjutan teknis, di tengah tekanan inflasi medis yang terus meningkat.

Penguatan Underwriting dan Seleksi Risiko

Langkah pertama Maximus Insurance adalah memperkuat proses underwriting dan seleksi risiko. Jemmy menjelaskan, tindakan ini terutama ditujukan pada grup klien dengan histori loss ratio tinggi. 

Perusahaan menerapkan experience-based pricing pada perpanjangan polis dan evaluasi profil risiko berdasarkan usia, komposisi segmen, dan riwayat klaim. 

Strategi ini bertujuan untuk memastikan portofolio baru lebih sehat dan risiko lebih terkendali, sehingga struktur premi mencerminkan risiko aktual yang dihadapi perusahaan.

Selain itu, seleksi risiko yang ketat memungkinkan perusahaan mengurangi potensi klaim berlebih di masa depan. Dengan penyesuaian ini, Maximus Insurance berharap mengurangi volatilitas loss ratio, sekaligus menjaga stabilitas profitabilitas jangka panjang.

Re-Desain Produk dan Struktur Manfaat

Strategi kedua berfokus pada penyesuaian produk dan struktur manfaat. Jemmy menyatakan, penyesuaian limit manfaat dan penerapan co-payment atau deductible yang terukur akan diterapkan untuk menekan overutilization.

Selain itu, perusahaan menyediakan rencana bertingkat (good–better–best) agar lebih fleksibel bagi kebutuhan nasabah, tanpa mengorbankan margin.

Pendekatan ini diharapkan meningkatkan daya saing produk, menjaga keberlanjutan teknis, serta mengakomodasi tekanan inflasi medis yang terus meningkat. Produk yang adaptif menjadi kunci agar perusahaan tetap relevan di tengah persaingan premi yang agresif dan perubahan pola klaim pascapandemi Covid-19.

Penguatan Cost Containment dan Managed Care

Upaya pengendalian biaya menjadi fokus strategi ketiga. Maximus Insurance memperkuat cost containment melalui negosiasi tarif dengan rumah sakit rekanan dan kerja sama strategis untuk mengatur utilisasi klaim. Jemmy menekankan penggunaan data analytics untuk mendeteksi anomali klaim lebih dini, serta audit klaim pada kasus severity tinggi.

Dengan sistem pengendalian klaim yang ketat, perusahaan mampu mengurangi frekuensi dan severity klaim. Hal ini tidak hanya mengoptimalkan profitabilitas underwriting tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional. Strategi ini menjadi pondasi agar layanan tetap berkualitas, namun tetap terkendali secara finansial.

Optimalisasi Portfolio Monitoring

Strategi keempat menitikberatkan pada pemantauan portofolio secara menyeluruh. Maximus Insurance melakukan monitoring loss ratio per segmen, per sumber bisnis, dan per klien. Penerapan trigger point untuk review tarif dan manfaat memastikan penyesuaian dapat dilakukan tepat waktu. 

Jemmy menekankan pemanfaatan dashboard monitoring real-time, sehingga pengambilan keputusan dapat lebih cepat dan akurat.

Optimalisasi ini memungkinkan perusahaan melakukan evaluasi granular terhadap portofolio, sehingga risiko dapat diidentifikasi lebih dini. Dengan demikian, perusahaan dapat menyesuaikan strategi underwriting dan manajemen klaim secara proaktif, bukan reaktif.

Penguatan Layanan dan Digitalisasi

Strategi kelima berfokus pada peningkatan layanan dan digitalisasi proses. Maximus Insurance mempercepat proses klaim untuk meningkatkan kepuasan nasabah, sekaligus memanfaatkan digital tools untuk efisiensi administrasi dan deteksi fraud. 

Jemmy menegaskan, penguatan layanan menjadi penting agar perbaikan teknis sejalan dengan kualitas pengalaman nasabah.

Digitalisasi juga memungkinkan perusahaan mengurangi kesalahan operasional, mempercepat respon terhadap klaim, dan meningkatkan akurasi pemantauan portofolio. Implementasi teknologi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan profitable growth yang berkelanjutan.

Tantangan Asuransi Kesehatan 2025 dan Outlook 2026

Pada 2025, kinerja lini asuransi kesehatan Maximus Insurance belum mencapai target. Loss ratio dan profitabilitas underwriting dipengaruhi oleh tekanan inflasi medis, premi yang kurang mencerminkan tren biaya layanan, serta utilisasi tinggi pascapandemi. Kompetisi premi yang agresif membuat perusahaan harus menyeimbangkan antara pertumbuhan volume dan profitabilitas teknis.

Menurut data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), pendapatan premi asuransi kesehatan di asuransi umum terkontraksi 20,9% YoY menjadi Rp 9,35 triliun per akhir 2025. Rasio klaim asuransi kesehatan meningkat menjadi 67,3% dibanding 58,2% pada 2024. 

Dengan kondisi ini, strategi 2026 diarahkan pada perbaikan struktur portofolio, pengendalian klaim, dan penyesuaian premi berbasis risiko.

Maximus Insurance menargetkan perbaikan loss ratio secara bertahap melalui kombinasi disiplin underwriting, pengendalian klaim, dan penguatan struktur premi. Hal ini diharapkan mendorong profitabilitas yang lebih stabil, sambil tetap mempertahankan layanan berkualitas bagi nasabah.

Terkini