JAKARTA - Pada awal pekan ini, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghadapi tekanan jual signifikan dari investor asing.
Perdagangan Senin, 2 Maret 2026 menutup sesi dengan koreksi tajam 2,65% ke level 8.016,83. Net sell asing tercatat mencapai Rp 631,02 miliar, menandakan adanya dominasi penjualan saham oleh investor luar negeri. Saham yang paling banyak dilepas antara lain MEDC, BBCA, BBNI, BMRI, dan EMAS.
Kondisi IHSG dan Prospek Rebound
Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menyampaikan bahwa meski tekanan jual cukup besar, terdapat peluang technical rebound jangka pendek jika IHSG mampu bertahan di level support 8.000. “Jika IHSG mampu bertahan di area ini, indeks berpotensi menguat sementara sebelum melanjutkan tren berikutnya,” ujarnya.
Meski demikian, investor tetap diingatkan untuk waspada. Menurut Fanny, bila indeks menembus di bawah support 8.000, maka tekanan jual berpotensi berlanjut hingga menguji area 7.940–7.970. Level resistance berada di kisaran 8.030–8.050, yang dapat menjadi titik uji penguatan bagi IHSG.
Strategi Trading dan Saham Pilihan
BNI Sekuritas memberikan rekomendasi saham dengan strategi “buy on weakness” dan “speculative buy” untuk perdagangan Selasa, 3 Maret 2026. Strategi ini ditujukan untuk memanfaatkan pergerakan harga yang sementara melemah, sekaligus memaksimalkan potensi rebound pada saham-saham pilihan.
Berikut beberapa saham pilihan BNI Sekuritas:
PT Elnusa Tbk (ELSA)
Rekomendasi: Buy on weakness
Area beli: Rp 965–Rp 980
Cutloss: di bawah Rp 965
Target harga: Rp 1.030–Rp 1.100
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Rekomendasi: Speculative buy
Area beli: Rp 4.540–Rp 4.580
Cutloss: di bawah Rp 4.540
Target harga: Rp 4.650–Rp 4.720
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
Rekomendasi: Speculative buy
Area beli: Rp 1.000–Rp 1.010
Cutloss: di bawah Rp 990
Target harga: Rp 1.030–Rp 1.045
PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA)
Rekomendasi: Buy on weakness
Area beli: Rp 690–Rp 710
Cutloss: di bawah Rp 690
Target harga: Rp 760–Rp 790
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI)
Rekomendasi: Speculative buy
Area beli: Rp 270
Cutloss: di bawah Rp 264
Target harga: Rp 282–Rp 290
PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR)
Rekomendasi: Speculative buy
Area beli: Rp 422–Rp 428
Cutloss: di bawah Rp 420
Target harga: Rp 434–Rp 450
Analisis Sentimen Pasar
Secara keseluruhan, tekanan jual asing pada awal pekan ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap tren ekonomi global serta fluktuasi pasar domestik. Sektor konsumer, perindustrian, dan properti menjadi katalis pelemahan IHSG dengan koreksi masing-masing 7,59%, 5,95%, dan 4,13%.
BNI Sekuritas menekankan bahwa saham-saham yang direkomendasikan cenderung memiliki fundamental yang relatif stabil, likuiditas cukup tinggi, dan berpotensi rebound saat IHSG menunjukkan support kuat. Strategi “buy on weakness” memungkinkan investor memanfaatkan harga saham yang menurun sementara, dengan target harga realistis untuk mengamankan keuntungan.
Pentingnya Level Support dan Resistance
Pemantauan support dan resistance IHSG menjadi sangat penting bagi para pelaku pasar. Support 8.000 berfungsi sebagai titik pengamanan, sedangkan resistance 8.030–8.050 menjadi acuan potensi penguatan.
Investor yang memahami level teknikal ini dapat menentukan titik beli dan jual secara lebih tepat, serta mengurangi risiko kerugian dari tekanan jual.
Strategi perdagangan hari ini tetap menekankan disiplin manajemen risiko, termasuk penggunaan cutloss sesuai rekomendasi. Hal ini penting mengingat volatilitas IHSG yang tinggi dan kemungkinan aksi jual mendadak dari investor asing.
Pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026, IHSG menghadapi tantangan karena tekanan jual asing cukup besar. Namun, peluang technical rebound tetap terbuka jika indeks bertahan di support 8.000.
Rekomendasi saham pilihan BNI Sekuritas menawarkan strategi “buy on weakness” dan “speculative buy” yang memungkinkan investor memanfaatkan peluang kenaikan harga saham jangka pendek.
Investor disarankan untuk tetap memantau pergerakan IHSG, memperhatikan level support-resistance, dan menjalankan manajemen risiko dengan disiplin. Dengan pendekatan ini, potensi keuntungan tetap dapat diraih meski pasar berada dalam kondisi fluktuatif.