Kesehatan

7 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Perempuan Menopause untuk Kesehatan Optimal

7 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Perempuan Menopause untuk Kesehatan Optimal
7 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Perempuan Menopause untuk Kesehatan Optimal

JAKARTA - Menopause adalah fase alami yang dialami perempuan ketika siklus menstruasi berhenti secara permanen. Kondisi ini biasanya terjadi pada usia 45–55 tahun dan ditandai dengan berhentinya menstruasi selama 12 bulan berturut-turut.

Selain berhentinya menstruasi, menopause juga membawa perubahan fisik yang cukup signifikan. Perempuan dapat mengalami berat badan naik, vagina terasa lebih kering, dan tubuh kerap panas mendadak atau hot flashes.

Menurut informasi dari laman kemkes.go.id, perempuan menopause memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan. Penyakit jantung dan osteoporosis menjadi kondisi yang sering muncul jika gaya hidup tidak diperhatikan.

Pada beberapa kasus, menopause bisa terjadi lebih dini. Faktor utama yang memengaruhi termasuk pola makan yang kurang sehat dan kebiasaan konsumsi makanan berlebihan.

Jenis Makanan yang Perlu Dibatasi
1. Makanan Pedas

Konsumsi makanan pedas berlebihan dapat mengganggu hormon estrogen. Dampaknya, siklus menstruasi bisa berhenti lebih cepat, mempercepat onset menopause.

2. Alkohol

Minuman beralkohol dapat memperburuk gejala hot flashes. Pelebaran pembuluh darah yang ditimbulkan membuat tubuh terasa panas lebih intens.

3. Kopi

Perempuan menopause lebih rentan terhadap penyakit jantung. Kafein berlebihan dapat meningkatkan denyut jantung, memicu gelisah, dan menambah risiko hipertensi.

4. Makanan Cepat Saji

Fastfood tinggi lemak dan gula membuat risiko obesitas meningkat. Kondisi obesitas juga memperburuk gejala menopause seperti gangguan metabolisme dan hormon.

5. Makanan Tinggi Lemak

Lemak berlebihan, terutama dari daging, menurunkan produksi serotonin. Akibatnya, perempuan menopause bisa lebih mudah stres, cemas, dan mudah marah.

6. Makanan Tinggi Karbohidrat

Karbohidrat berlebih memengaruhi kerja insulin dalam tubuh. Gangguan insulin ini berdampak pada produksi estrogen, meningkatkan risiko menopause dini.

7. Makanan Tinggi Natrium

Konsumsi garam tinggi berpotensi melemahkan kepadatan tulang. Perempuan menopause menjadi lebih rentan osteoporosis dan tulang keropos, sehingga perlu memperbanyak sayur, buah, dan air mineral.

Menjaga pola makan menjadi kunci agar gejala menopause dapat dikelola dengan baik. Membatasi makanan yang memicu hormon terganggu atau inflamasi membantu tubuh tetap sehat dan fit.

Selain menghindari jenis makanan tertentu, konsumsi makanan bergizi tinggi seperti sayuran hijau, buah, ikan, dan kacang-kacangan sangat dianjurkan. Nutrisi ini membantu menopaus menjaga keseimbangan hormon dan mencegah komplikasi jangka panjang.

Perempuan menopause disarankan untuk memantau kesehatan secara rutin. Pemeriksaan berkala membantu mendeteksi risiko penyakit jantung, osteoporosis, dan gangguan metabolik lebih awal.

Kesehatan mental juga tidak kalah penting selama menopause. Aktivitas ringan, meditasi, dan olahraga teratur dapat mengurangi stres dan meningkatkan kualitas hidup perempuan menopause.

Mengatur pola makan, gaya hidup, dan rutinitas olahraga dapat membuat menopause lebih nyaman. Menghindari tujuh makanan yang disebutkan sebelumnya menjadi langkah awal untuk menopaus yang lebih sehat dan berkualitas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index