EMAS

Harga Emas Pegadaian 26 Januari 2026: Emas UBS dan Galeri24 Stabil

Harga Emas Pegadaian 26 Januari 2026: Emas UBS dan Galeri24 Stabil
Harga Emas Pegadaian 26 Januari 2026: Emas UBS dan Galeri24 Stabil

JAKARTA - Harga emas di Pegadaian pada 26 Januari 2026 tetap stabil meskipun harga emas dunia mengalami kenaikan yang signifikan. 

Dalam perdagangan hari ini, emas berjangka dunia mencapai USD 5.031 per ounce, mencatatkan kenaikan sebesar 0,87% dibandingkan dengan harga sebelumnya.

Namun, harga emas dari dua produsen utama logam mulia di Pegadaian, yakni UBS dan Galeri24, menunjukkan kestabilan yang luar biasa, mempertahankan harga pada level yang hampir sama dengan sebelumnya.

Penting untuk dicatat bahwa meskipun harga emas dunia menguat, harga emas UBS tetap bertahan pada posisi Rp 2.974.000 per gram, sedangkan harga emas Galeri24 stabil di level Rp 2.925.000 per gram. 

Hal ini menunjukkan bahwa harga emas domestik tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga emas internasional dalam jangka pendek, setidaknya pada hari ini. Stabilitas harga ini sangat menarik bagi para investor dan pembeli emas yang mencari kepastian di tengah ketidakpastian pasar global.

Harga Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian

Berikut ini adalah rincian harga emas untuk produk Galeri24 dan UBS di Pegadaian per 26 Januari 2026:

Harga Emas Galeri24:

0,5 gram: Rp 1.534.000

1 gram: Rp 2.925.000

2 gram: Rp 5.762.000

5 gram: Rp 14.299.000

10 gram: Rp 28.523.000

25 gram: Rp 71.132.000

50 gram: Rp 142.152.000

100 gram: Rp 284.162.000

250 gram: Rp 708.661.000

500 gram: Rp 1.417.320.000

1.000 gram: Rp 2.834.640.000

Harga Emas UBS:

0,5 gram: Rp 1.608.000

1 gram: Rp 2.974.000

2 gram: Rp 5.901.000

5 gram: Rp 14.582.000

10 gram: Rp 29.010.000

25 gram: Rp 72.383.000

50 gram: Rp 144.468.000

100 gram: Rp 288.823.000

250 gram: Rp 721.843.000

500 gram: Rp 1.441.992.000

Proyeksi Kenaikan Harga Emas Global

Sementara harga emas domestik tetap stabil, ada perkembangan penting dari pasar emas global yang layak dicatat. Sebelumnya, Goldman Sachs menaikkan target harga emas tahun 2026 menjadi USD 5.400 per ounce, sebuah revisi yang menunjukkan optimisme terhadap prospek logam mulia ini. 

Prediksi ini naik cukup signifikan, mengingat beberapa pekan lalu, Goldman Sachs baru saja menetapkan target harga emas pada akhir tahun 2026 sebesar USD 4.900 per ounce.

Revisi ini menunjukkan bahwa pasar emas sedang berada dalam tren positif, didorong oleh permintaan yang semakin kuat dari investor swasta dan bank sentral.

Kenaikan harga ini mencerminkan perubahan pandangan fundamental terhadap prospek emas dalam jangka menengah, dengan banyak investor yang lebih memilih untuk beralih ke aset lindung nilai seperti emas di tengah ketidakpastian kebijakan fiskal dan moneter global.

Bank Sentral dan Minat Investor Swasta yang Meningkat

Goldman Sachs mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama yang mendukung proyeksi harga emas yang lebih tinggi adalah meningkatnya minat bank sentral negara berkembang dalam membeli emas. 

Pembelian emas oleh bank sentral diperkirakan rata-rata akan mencapai 60 hingga 70 ton per bulan pada 2026, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata sebelum tahun 2022.

Salah satu pemicu utama dari peningkatan permintaan ini adalah peningkatan risiko geopolitik, seperti pembekuan cadangan Rusia pada 2022, yang memaksa negara-negara berkembang untuk lebih berhati-hati dalam mengelola cadangan mata uang asing mereka. 

Bank sentral negara berkembang kini lebih fokus pada peningkatan cadangan emas sebagai langkah perlindungan terhadap ketidakstabilan ekonomi global.

Selain itu, minat investor swasta juga meningkat tajam. Banyak keluarga kaya dan institusi investasi yang semakin tertarik untuk membeli emas, baik dalam bentuk fisik maupun instrumen derivatif.

 Hal ini menunjukkan bahwa emas bukan hanya menjadi pilihan investasi jangka pendek, tetapi juga sebagai instrumen lindung nilai jangka panjang terhadap risiko ketidakpastian ekonomi.

Emas Sebagai Aset Paling Menarik di Tengah Ketidakpastian Global

Goldman Sachs juga menilai bahwa emas adalah salah satu aset paling menarik di tengah ketidakpastian global. Dalam laporan yang baru dirilis, mereka bahkan menyebut emas sebagai "taruhan terbaik" dalam keseluruhan pasar komoditas global. 

Keputusan bank sentral untuk memperkuat cadangan emas, disertai dengan peningkatan minat investor swasta, menunjukkan bahwa emas tetap menjadi aset yang sangat bernilai.

Salah satu alasan utama mengapa emas dianggap sebagai aset yang menarik adalah karena emas dapat melindungi nilai kekayaan dari inflasi dan kebijakan moneter yang tidak menentu. 

Sebagai contoh, meskipun suku bunga diturunkan oleh Federal Reserve di AS, permintaan terhadap emas tetap tinggi karena logam ini dianggap sebagai aset yang lebih aman dibandingkan dengan instrumen keuangan lainnya.

Prospek Kebijakan The Fed dan Pelonggaran Suku Bunga

Seiring dengan proyeksi harga emas yang lebih tinggi, Goldman Sachs juga memprediksi bahwa kebijakan moneter di Amerika Serikat pada 2026 akan lebih longgar, dengan kemungkinan penurunan suku bunga sebanyak 50 basis poin. 

Penurunan suku bunga ini diharapkan akan semakin meningkatkan daya tarik emas sebagai investasi, karena suku bunga rendah membuat peluang investasi dalam instrumen lain menjadi kurang menarik.

Dengan kondisi ini, emas diprediksi akan semakin diminati oleh berbagai lapisan investor, baik dari sektor publik (bank sentral) maupun sektor swasta (individu dan institusi). Inilah yang membuat harga emas cenderung naik dalam jangka panjang.

Harga emas Pegadaian pada 26 Januari 2026 menunjukkan kestabilan, dengan harga emas Galeri24 dan UBS bertahan pada level yang hampir sama. Meskipun harga emas dunia mencatatkan kenaikan signifikan, pasar domestik tetap menunjukkan stabilitas, yang menjadi indikasi bahwa permintaan emas fisik terus terjaga. 

Prospek harga emas ke depan diperkirakan akan tetap optimis, terutama dengan meningkatnya permintaan dari bank sentral dan investor swasta, serta kebijakan moneter yang mendukung daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Emas tetap menjadi pilihan investasi yang aman dan menarik, apalagi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Seiring dengan prediksi harga emas yang semakin tinggi, menginvestasikan emas dalam bentuk logam mulia seperti yang tersedia di Pegadaian bisa menjadi langkah yang bijak untuk melindungi kekayaan Anda.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index