JAKARTA - Pertanyaan umum bagi pengguna mobil listrik adalah berapa persen ideal baterai diisi sebelum melakukan perjalanan jauh, seperti mudik.
Dalam penggunaan sehari-hari, sebagian pabrikan menyarankan pengisian tidak selalu penuh untuk menjaga umur baterai. Namun, strategi pengisian bisa berbeda ketika kendaraan akan menempuh jarak jauh, di mana faktor fleksibilitas dan keamanan energi menjadi penting.
Perjalanan jarak jauh membutuhkan perencanaan matang, termasuk pengisian baterai. Baterai terisi penuh memberikan ruang lebih lega bagi pengemudi dalam menentukan ritme perjalanan, terutama ketika jarak antar-stasiun pengisian daya cukup jauh.
Mengatur titik pengisian yang tepat dapat mengurangi risiko kehabisan daya atau range anxiety, kondisi ketika pengemudi khawatir baterai habis sebelum mencapai stasiun pengisian berikutnya.
Pengisian Baterai Sesuai Saran Pabrikan
Menurut Arif Nugroho, Service Manager Hyundai Kalijaga Cirebon, untuk perjalanan jarak jauh, pengisian baterai hingga 90–100 persen tergolong ideal.
“Untuk penggunaan harian biasanya disarankan 80–90 persen demi menjaga umur baterai. Tetapi untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik, pengisian penuh aman dilakukan agar jarak tempuh maksimal,” ujar Arif.
Strategi ini memungkinkan pengemudi memanfaatkan kapasitas baterai secara optimal tanpa perlu khawatir soal jarak tempuh. Pada perjalanan harian, pengisian tidak selalu sampai penuh dianjurkan agar siklus baterai tidak cepat menurun. Namun, kebutuhan energi untuk perjalanan panjang menuntut kapasitas maksimal agar fleksibilitas rute tetap terjaga.
Manfaat Pengisian Penuh Saat Mudik
Vice Country Director Chery Business Unit PT Chery Sales Indonesia, Budi Darmawan Jantania, menegaskan bahwa pengisian baterai hingga 100 persen penting sebelum menempuh perjalanan panjang.
“Dengan kapasitas terisi penuh, pengemudi memiliki fleksibilitas lebih besar dalam merencanakan rute, menentukan titik pengisian berikutnya, serta mengantisipasi berbagai kondisi tak terduga di perjalanan,” jelas Budi.
Selain itu, pengisian penuh membantu memaksimalkan daya jelajah sekaligus memastikan cadangan energi cukup untuk menghadapi kondisi lalu lintas yang padat atau keterbatasan stasiun pengisian. Strategi ini membuat perjalanan lebih aman dan nyaman, terutama ketika melintasi daerah dengan infrastruktur charging terbatas.
Faktor Penentu Strategi Pengisian Baterai
Perencanaan titik charging merupakan faktor penting agar perjalanan tetap lancar. Pengemudi perlu memperhitungkan jarak antar-stasiun pengisian, kapasitas baterai kendaraan, dan kondisi lalu lintas. Kombinasi semua faktor ini membantu menentukan kapan dan di mana baterai diisi.
Meski pengisian penuh disarankan untuk perjalanan jauh, pengguna tetap harus menyesuaikan dengan kondisi kendaraan dan infrastruktur yang tersedia. Tidak semua rute memiliki stasiun fast charging, sehingga perencanaan menjadi kunci agar perjalanan tidak terganggu.
Baterai yang terisi cukup besar juga memberikan fleksibilitas lebih dalam mengatur waktu istirahat dan pengisian di titik yang tersedia.
Perbedaan Pengisian Harian dan Perjalanan Jauh
Untuk aktivitas sehari-hari, pengisian baterai sekitar 80–90 persen cukup memadai. Hal ini bertujuan menjaga umur baterai agar tidak cepat menurun akibat pengisian penuh yang terlalu sering. Namun, untuk perjalanan jarak jauh, memulai perjalanan dengan baterai 100 persen merupakan langkah aman untuk memastikan jarak tempuh lebih optimal.
Strategi ini mengurangi kekhawatiran soal kehabisan daya di tengah perjalanan. Pengemudi juga bisa lebih leluasa memilih titik pengisian berikutnya, bahkan menghadapi kemungkinan rute darurat jika stasiun pengisian utama penuh atau tidak beroperasi. Dengan kata lain, kapasitas penuh memberikan rasa aman dan fleksibilitas lebih besar selama perjalanan.
Tips Mengoptimalkan Perjalanan Mobil Listrik
Rencanakan Titik Pengisian: Tentukan stasiun charging yang strategis sesuai rute perjalanan agar tidak terjadi kehabisan daya.
Periksa Kondisi Baterai: Pastikan baterai dalam kondisi optimal sebelum perjalanan, termasuk suhu dan level pengisian awal.
Gunakan Mode Berkendara Efisien: Beberapa mobil listrik memiliki mode hemat energi untuk memperpanjang jarak tempuh.
Perhitungkan Faktor Luar: Kemacetan, cuaca, dan beban penumpang bisa memengaruhi konsumsi daya, jadi rencanakan ekstra cadangan baterai.
Hindari Pengisian Terlalu Sering: Pengisian berulang kali hingga penuh dalam perjalanan pendek bisa mengurangi umur baterai, namun untuk mudik, pengisian penuh tetap disarankan.
Pengisian baterai mobil listrik untuk perjalanan jauh berbeda dengan penggunaan sehari-hari. Untuk aktivitas harian, kapasitas 80–90 persen cukup menjaga umur baterai.
Namun, saat mudik atau perjalanan panjang, pengisian 90–100 persen lebih disarankan. Strategi ini membantu memaksimalkan daya jelajah, mengurangi range anxiety, dan memberikan fleksibilitas dalam menentukan titik pengisian selanjutnya.
Dengan perencanaan rute yang matang, pengisian baterai optimal, serta memperhitungkan kondisi kendaraan dan infrastruktur, perjalanan jarak jauh menggunakan mobil listrik dapat berlangsung lancar dan aman. Pengemudi pun bisa menikmati perjalanan tanpa khawatir soal daya baterai yang habis sebelum tiba di tujuan.