JAKARTA - Dalam upaya untuk menjaga kestabilan pangan menjelang Ramadhan 2026, Perum Bulog melaksanakan penguatan pasokan pangan di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).
Dengan langkah strategis ini, Bulog meningkatkan stok pangan hingga tiga kali lipat dari kebutuhan normal di beberapa daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pangan selama bulan suci Ramadhan serta potensi gangguan distribusi yang mungkin terjadi, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana.
Pernyataan Bulog tentang Penguatan Stok Pangan
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa penguatan stok pangan dilakukan di wilayah-wilayah yang sering mengalami bencana alam dan memiliki potensi gangguan logistik menjelang Ramadhan.
Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap terjaga dengan baik di tengah kondisi yang kadang tidak terduga.
Dalam kesempatan konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Jumat 23 Januari 2026, Rizal menjelaskan bahwa stabilitas harga pangan menjadi perhatian utama bagi Bulog dalam menjaga daya beli masyarakat selama Ramadhan.
"Untuk daerah rawan bencana, stok kami lipatgandakan sampai tiga kali dari kebutuhan normal masing-masing kabupaten dan kota," ungkap Rizal.
Penguatan stok pangan ini, menurutnya, melibatkan perhitungan yang cermat berdasarkan kebutuhan spesifik setiap daerah. Bila sebuah daerah membutuhkan 1.000 ton beras, Bulog akan menyiapkan hingga 3.000 ton untuk mengantisipasi jika terjadi hambatan dalam distribusi.
Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Pangan Selama Ramadhan
Meningkatnya permintaan pangan selama bulan Ramadhan tentu akan berimbas pada ketersediaan pangan di pasar. Oleh karena itu, penguatan pasokan menjadi sangat penting.
Rizal menegaskan, bahwa kebijakan pengamanan stok ini bertujuan agar masyarakat tidak kekurangan bahan pangan penting, seperti beras, minyak goreng, dan gula, yang kerap digunakan dalam kegiatan sehari-hari selama bulan puasa.
Dengan adanya langkah antisipasi ini, masyarakat di wilayah Sumbagut diharapkan tidak perlu khawatir apabila terjadi gangguan distribusi akibat cuaca buruk atau kondisi darurat lainnya.
Dengan stok yang melimpah, Bulog dapat segera melakukan penyaluran pangan tanpa harus menunggu pasokan dari luar daerah.
"Gudang-gudang Bulog di Aceh kami penuhi semaksimal mungkin dengan komoditas utama seperti beras, minyak goreng, dan gula," ujar Rizal, memberikan penekanan pada kesiapan Bulog dalam menghadapi permintaan pangan yang meningkat selama bulan suci tersebut.
Di wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat, yang beberapa waktu lalu mengalami bencana, juga menjadi fokus utama dalam penguatan pasokan ini.
Fokus pada Aceh: Persiapan Menghadapi Tradisi Meugang
Salah satu daerah yang mendapatkan perhatian khusus dalam program penguatan stok pangan adalah Aceh. Tradisi meugang, yang dilaksanakan menjelang Ramadhan, menyebabkan permintaan terhadap bahan pangan, terutama daging dan beras, meningkat drastis.
Oleh karena itu, Bulog memastikan bahwa pasokan pangan, seperti beras, gula, dan minyak goreng, telah tersedia dalam jumlah yang memadai di wilayah tersebut.
Tradisi meugang yang berlangsung di Aceh menjadi salah satu faktor yang memicu peningkatan konsumsi pangan. Sebagai langkah antisipasi, Bulog telah menyiapkan stok yang cukup, agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa adanya kelangkaan atau lonjakan harga yang tidak wajar.
Penjagaan Harga Pangan dan Pengendalian Inflasi
Dalam upaya menjaga agar harga pangan tidak melonjak, Rizal mengungkapkan bahwa pengamanan stok pangan ini dilakukan agar harga beras, minyak goreng, dan gula tetap terkendali. Ini merupakan langkah penting dalam mendukung program pemerintah untuk menjaga ketersediaan bahan pangan dan menghindari inflasi yang dapat merugikan daya beli masyarakat.
"Bulog diminta menjaga agar harga beras, minyak, dan gula tetap terkendali selama Ramadhan," ujar Rizal, menekankan peran Bulog sebagai garda terdepan dalam stabilitas pangan nasional. Hal ini juga menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk menjaga kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka.
Sinergi dengan Pemerintah dan TNI/Polri
Dalam menjalankan misi ini, Perum Bulog tidak bekerja sendiri. Bulog menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Satgas Pangan, pemerintah daerah, serta TNI dan Polri untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar hingga tingkat kabupaten dan kota.
Kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan pasokan pangan sampai ke tangan konsumen tanpa kendala yang berarti.
Salah satu tantangan besar yang dihadapi adalah kondisi logistik yang kadang terhambat karena cuaca buruk atau kerusakan infrastruktur, terutama di daerah-daerah rawan bencana. Oleh karena itu, koordinasi dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.
Target Penyerapan Beras 4 Juta Ton pada 2026
Selain pengamanan stok untuk Ramadhan 2026, Bulog juga mempersiapkan diri untuk menghadapi peningkatan kebutuhan pangan nasional pada tahun yang sama. Rizal menyebutkan bahwa pada tahun 2026, Bulog memiliki target penyerapan beras hingga 4 juta ton, yang lebih tinggi dibandingkan dengan target tahun 2025 yang sebesar 3 juta ton.
"Pengelolaan stok dilakukan lebih ketat dan terukur," ungkap Rizal, menjelaskan bahwa peningkatan penyerapan beras ini merupakan bagian dari upaya Bulog untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dan menjamin ketersediaan pangan di seluruh Indonesia.
Stok beras yang cukup di seluruh daerah sangat krusial untuk menghindari kelangkaan, terutama di masa-masa sulit seperti Ramadhan.
Ketahanan Pangan Nasional dan Kepastian Bagi Masyarakat
Rizal menegaskan bahwa pengamanan pasokan pangan menjelang Ramadhan ini merupakan upaya Bulog untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa mereka dapat menjalani bulan suci Ramadhan dengan tenang.
Dengan stok pangan yang cukup dan harga yang stabil, masyarakat di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah rawan bencana, tidak perlu khawatir tentang kelangkaan bahan pangan yang dapat menambah beban hidup mereka.
"Kami ingin masyarakat bisa menjalani Ramadhan dengan tenang karena pasokan aman dan harga tetap stabil," tegas Rizal, menutup keterangannya.
Langkah Perum Bulog dalam melipatgandakan stok pangan di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menjelang Ramadhan 2026 menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Dengan menambah stok hingga tiga kali lipat di wilayah-wilayah rawan bencana dan memastikan pasokan pangan yang cukup, Bulog memberikan jaminan bahwa kebutuhan pokok masyarakat selama bulan suci akan tetap terjaga dengan baik.
Sinergi dengan Satgas Pangan, pemerintah daerah, serta TNI dan Polri akan memastikan distribusi pangan berjalan lancar, meskipun menghadapi potensi hambatan cuaca dan kendala logistik.
Dengan demikian, masyarakat dapat menjalani Ramadhan dengan lebih tenang tanpa khawatir tentang ketersediaan pangan dan harga yang tidak terjangkau.